Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Desember 2013

Manfaat Buah Kiwi Yang Kaya Akan Nutrisi Untuk Kesehatan

Kiwi adalah sejenis buah beri dengan kelompok kultivar dari kayu pohon anggur (Actinidia deliciosa) dan (hibrida) antara ini dan spesies pada genus (Actinidia). Actinidia tersebut asli berasal dari (Shaanxi, Cina). Buah kiwi yang normal berbentuk Oval, Kira-kira sebesar telur ayam (5 - 8 cm / 2 - 3 in dan diameter 4.5 - 5.5 cm 1 3/4  - 2). Buah kiwi tersebut kaya akan serat, Kulitnya berwarna hijau kecoklatan dan daging buah berwarna hijau terang atau ke emasan dengan biji kecil, hitam, Dan dapat di makan. Tekstur buah kiwi ini sangat halus dan rasanya yang Unik. Pada saat ini buah kiwi telah di tanam di berbagai Daerah dan di negara. Buah kiwi tersebut pada awalnya bernama (Gosberi Cina). Dan buah ini di namai kembali dengan alasan ekspor marketing pada tahun (1950-an), Dan menjadi melonette.

Manfaat Buah Kiwi Yang Kaya Akan Nutrisi Untuk Kesehatan


Buah kiwi merupakan salah satu jenis buah eksotis yang juga menjadi buah nasional di negeri cina. Oleh karena itu buah kiwi ini juga di sebut (Gooseberry Cina) Rasa yang manis dari buah kiwi sedikit menyerupai dari kombinasi dari buah pisang, Strobereri dan nanas. Yang tentunya di sukai oleh hampir semua orang (Manusia). Buah kiwi tersebut hampir menawarkan berbagai manfaat kesehatan dengan memberikan berbagai nutrisi seperti (Phyto-kimia, mineral dan vitamin).

Berikut di bawah ini manfaat buah kiwi yang kaya akan nutrisi untuk kesehatan

1. Dapat Melindungi Dari Gangguan Penyakit Mata Pada Usia Lanjut (Age-Related Macular DegeneRation - ARMD) : Buah yang mengandung antioksidan ini memiliki berbagai manfaat, Seperti Vitamin C, A, Dan E, Dalam buah kiwi juga sangat tinggi jumlahnya. Beberapa penelitian yang telah melakukan penelitian membuktikan bahwa makan 3 porsi atau lebih buah kiwi dalam sehari dapat mengurangi resiko mengembangkan penyakit mata yang bernama (ARMD hingga 36%), Di bandingkan dengan orang yang hanya makan 1,5 porsi buah perhari. ARMD adalah penyebab utama gangguan penglihatan pada orang dewasa. Sangat baik untuk mengantisipasinya.

2. Membantu Menurunkan Berat Badan : Setiap buah kiwi memiliki sekitar (45 kalori, 11 gram karbohidrat, 3 gram lemak, 2,5 gram serat, dan 1 gram protein) Sangat banyak nutrisinya untuk mengurangi berat badan kita. Buah kiwi adalah pilihan yang sangat baik untuk kita komsumsi, Karena buah kiwi tersebut sangat rendah akan kalori. Selain itu juga, Serat yang ada pada buah kiwi membantu kita merasa lebih kenyang untuk jangka waktu yang cukup panjang.

3. Berfungsi Sebagai Anti-aging : Vitamin A, C, E, yang terkandung dalam buah kiwi membantu melawan dan mengatasi kerusakan yang di sebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh kita. Dengan demikian, Hal seperti ini membantu untuk memerangi beberapa Tanda-tanda penuaan dini serta berbagai penyakit, Seperti Penyakit Jantung, dan kanker.

4. Menurunkan Kolesterol Dalam Tubuh : Serat makanan dari buah kiwi telah terbukti mengurangi tingkat kolesterol dalam tubuh. Dengan demikian hal tersebut meningkatkan kesehatan individu yang menderita penyakit (Kardiovaskular). Dengan menurunkan kadar kolesterol, juga membantu mengurangi resiko serangan jantung. Sebuah natrium memadai untuk jumlah kalium yang di perlukan untuk jntung sehat.

5. Mengontrol Kadar Gula Pada Penderita Diabetes : Buah kiwi merupakan buah yang kaya akan serat, Serat memiliki manfaat untuk pencernaan agar selalu terjaga dalam kondisi yang baik dan tentunya terhindar dari penyakit diabetes. Buah kiwi juga mengandung (inositol) yang memiliki efek positif untuk mengtur kadar gula bagi para penderita penyakit Diabetes tersebut.

6. Menjaga Agar System Pernapasan Terjaga Dengan Baik : Vitamin C sangat bermanfaat bagi system pernapasan. Buah kiwi yang kaya akan vitamin C akan sangat membantu kita untuk mendapatkan system pernapasan yang sehat, Dan yang pastinya terhindar dari segala gangguan penykit pernapasan yang sangat membahayakan kita.

7. Buah Kiwi Merupakan Sumber Karotin Lutein Yang Baik : Buah kiwi memiliki kandungan lutein yang tinggi, Kandungan lutein pada buah kiwi terbukti lebih mudah di serap (Lebih baik dari Sayur-sayuran) juga mudah di dapat. Ini berarti buah kiwi sangat baik untuk membantu kesehatan penglihatan yang di sebabkan usia lanjut.  

8. Manfaat Yang Lain Dari Buah Kiwi : (1.) Mengkomsumsi buah kiwi dapat membuat metabolisme menjadi lebih kuat serta meningkatkan fungsi kerja saraf. (2.) Mencegah mengi dan batuk, Terutama pada Anak-anak. (3.) Membantu mencegah penykit kanker usus besar. (4.) Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membantu untuk melawan virus influenza. (5.) Menyediakan berbagai vitamin dan antioksidan yang sangat bermanfaat untuk tubuh. (6.) Mencegah Penyakit asma. (7.) Mencegah impotensi. (8.) Kaya akan sumber mineral seperti, magnesium, kalium, dan tembaga. (9.) Membantu mengobati depresi seseorang. (10.) Sangat cocok untuk wanita hamil karena mengandung folat yang bermanfaat untuk otak.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Manfaat Buah Kiwi Yang Kaya Akan Nutrisi Untuk Kesehatan Tersebut, semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya http://blogspot.com/2013/10/manfaat-buah-kiwi-yang-kaya-akan.html
Selengkapnya...

Selasa, 26 November 2013

6 Manfaat Menangis untuk Kesehatan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRiYOuBXmPfzDlnXBmVR_s0qfJ76pdCQEfKw_part2eflv4CX877Io3EWur3GTJAn989rJptklQqE2UUv1c6gCqwiJ2TGnnmb91XqJ_emivsfoA5KEK84U4yV4mvTcJHgH57uu6jwmpWA/s1600/cry.jpg
Belajar Cari Uang - Kelamaan menangis memang bisa membuat mata merah dan bengkak. Namun dibalik itu, menangis atau mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat mujarab yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?
Dikutip dari Beliefnet, ini dia enam manfaat air mata yang bisa Anda dapatkan setelah menangis atau mengeluarkan air mata.

1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi dengan menangis, moodseseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat air mata.

5. Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

6. Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega.


JellyMuffin.com - The place for profile layouts, flash generators, glitter graphics, backgrounds and codes 
 Jangan Lupa Di LIKE Ya...!!!
Selengkapnya...

Rabu, 20 November 2013

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Susu

Mencermati pertumbuhan gigi susu (sulung) pada anak sangatlah penting. Sebab, sehat atau tidaknya pertumbuhan gigi susu, mempengaruhi pertumbuhan tulang rahang, fungsi pengunyahan, dan kemampuan bicara.

Sejak usia berapakah sebaiknya gigi susu anak dirawat? Sebaiknya sejak gigi susu sendiri mulai erupsi pada usia 6-8 bulan dan berakhir pada usia 20-24 bulan. Urutannya sebagai berikut :

  • Gigi seri bawah pertama: usia 6-7 bulan.

  • Gigi seri atas pertama: usia 8-9 bulan.

  • Gigi seri atas kedua: usia 9 bulan.

  • Gigi seri bawah kedua: usia 12 bulan.

  • Gigi geraham pertama atas dan bawah secara bergantian: usia 14-15 bulan.

  • Gigi Taring atas dan bawah secara bergantian: usia 18 bulan.

  • Gigi geraham kedua atas dan bawah secara bergantian: usia 24-26 bulan.

Cepat-lambatnya pertumbuhan gigi susu bergantung pada jenis kelamin, kebangsaan dan masing-masing individu.

Anak perempuan terkadang lebih cepat erupsi dibanding anak laki-laki. Demikian pula anak yang mendapat ASI, lebih cepat tumbuh gigi dibanding yang mengkonsumsi susu botol. Sementara anak yang mengalami penyakit tulang dan rentardasi mental juga lebih lambat pertumbuhan giginya.



PERAWATAN

Sampai saat ini, masih banyak orangtua yang beranggapan bahwa gigi susu (sulung) tak perlu mendapat perawatn seperti gigi permanen. Padahal, perawatannya gigi susu sangat penting untuk menyediakan tempat bagi gigi permanen yang akan tumbuh.

Selain itu, gigi susu mempunyai fungsi yang amat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan kondisi gigi susu yang baik, anak dapat mengunyah makanan dengan baik tanpa harus diemut.

Gigi susu juga membantu pertumbuhan tulang rahang lewat aktifitas pengunyahan, serta berfungsi sebagai kosmetik dan fungsi bicara. Karenanya gigi susu harus dipelihara dan dijaga kesehatannya sedini mungkin.

perawatan gigi susu sudah dapat di mulai pada saat gigi seri bawah pertama tumbuh (sekitar usia 6 bulan).

Pembersihan gigi dapat dilakukan dengan menggunakan cotton buds atau kain halus yang dicelupkan air hangat. Kemudian digosokan pada permukaan gigi anak.

Jika gigi anak sudah mulai banyak dan anak sudah mengkonsumsi makanan seperti biskuit dan juice, maka anak sudah dapat menggunakan sikat gigi khusus bayi.

Penggunaan sikat gigi dan pasta gigi dapat dilakukan pada saat anak berusia 1, 5 atau 2 tahun. Saat itu, gigi anak sudah mulai lengkap dan anak sudah mengkonsumsi makanan padat.

Mulailah membiasakan anak untuk menyikat gigi 2 kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan yang terpenting malam sebelum tidur. Jika menggunakan pasta gigi, sebaiknyagunakan pasta gigi anak yang kadar flour-nya kurang dari 600 ppmf.



AWAS GANGGUAN GIGI

Karena anak belum mampu merawat giginya, gangguan kesehatan gigi lebih sering terjadi pada gigi susu. Gangguan kesehatan gigi yang sering dialami pada periode gigi susu adalah :

  • Nursing Bottle Syndrome.

    Munculnya karies gigi (gigi depan atas) karena anak terbiasa meminum susu botol pada saat mau tidur hingga tertidur, atau menghisap botol kosong pada saat tidur hingga tertidur.

    Cairan susu yang bersifat lengket pada gigi menjadi sumber nutrisi dan tempat berkembang biaknya kuman penyebab gigi berlubang, seperti streptococus mutans.

    Kuman mengubah sisa susu menjadi asam yang dapat melunakkan email gigi sehingga terbentuk gigi berlubang.


  • Rampan Karies.

    Lebih dikenal dengan gigi berlubang secara bersamaan dan keseluruhan. Ini sering terjadi pada anak yang sering makan makanan manis dan lengket.

    Rampan caries dapat dicegah dengan cara menggosok gigi secara teratur dan benar minimal 2 kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Lakukan juga penambalan agar lubang gigi tak bertambah besar.


  • Gingivitis (Radang Gusi).

    Hal ini sering terjadi saat terjadi peralihan gigi susu ke gigi permanen. Biasanya, gusi berwarna kemerahan dan terkadang bisa menimbulkan demam.

    Ini dapat terjadi karena terdapat plak gigi pada bagian gusi yang sedang terbuka karena pertumbuhan gigi. Hal ini dapat diatasi dengan menghilangkan plak pada gigi dengan pembersihan karang di dokter gigi.



Selengkapnya...